Sabtu, 24 Desember 2022

PERUBAHAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM

 Assalamulaiakum..

Apa kabar anak-anakku ? Apa kegiatan kalian selama libur semester? Semoga setelah liburan semangat belajar kalian makin meningkat. 

Untuk mengawali pembelajaran IPS di kelas 7 semester genap ini kita akan belajar tentang Perubahan Potensi Sumber Daya Alam. Bagaimana sudah siap belajar? Ayo simak ya...

1. Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Di darat, di laut, bahkan di dasar bumi telah tersedia sumber daya alam yang melimpah. 

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang terdapat di permukaan bumi serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber Daya Alam di Indonesia  sangat beragam dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari Pulau Nias sampai ke pulau Rote.  Berdasasrkan kelestariannya, sumber daya alam dibagi menjadi dua, yaitu: 1) Renewable resources, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, dan 2) Non renewable resouces,yaitu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaiki.

Potensi sumber daya alam Indonesia secara garis besar ada tiga:

a. Sumber Daya Alam Hutan 

Hutan yang dimiliki Indonesia masuk kategori hutan terluas di dunia. Luas hutan Indonesia sekitar 92 juta hektar yang membentang dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 63%  daratan wilayah  Indonesia atau seluas 120,6 juta hektare adalah kawasan hutan

Hutan merupakan ekosistem yang sangat penting bagi dunia, karena hutan mempunyai kontribusi menyerap 25% emisi karbon yang menjadi biang persoalan iklim secara global. 

Berdasar pada fungsinya kawasan hutan di Indonesia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:

Hutan Produksi; 
hutan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan baku produksi.  Potensi hutan yang bisa dimanfaatkan untuk bahann baku industri seperti kayu dan rotan.

Hutan Lindung;
Hutan lindung berperan melindungi sistem daya dukung lingkungan hidup. Manfaat hutan lindung antara lain; mengendalikan erosi, mengatur suplai air, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, memepertahankan kesuburan tanah, serta menyediakan suplai makanan dan energi bagi manusia.

Hutan Kenservasi;
Hutan konservasi dibagi menjadi dua, yaitu; 1) kawasan suaka alam, terdiri dari; a) cagar lama yaitu kawasan suaka dengan ciri khas berupa tumbuhan, satwa serta ekosistemnya yang perlu dilindungi sehingga kelangsungan hidupnya terjadi secara alami.  b) Suaka margawatwa merupakan kawasan suaka alam dengan ciri khas berupa keunikan dan keanekaragaman jenis satwa. Dan 2) kawasan pelestarian alam yang terdiri dari a) taman nasional, b) taman wisata alam dan c) taman hutan raya.

cagar lama
suaka margawatwa

b. Sumber Daya Alam Tambang
Pertambangan adalah kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dan berharga dari dalam kulit bumi secara mekanis atau manual di permukaan bumi, di bawah permukaan bumi maupun di bawah air.
Pertambangan terdiri dari tiga golongan antara lain:

Bahan galian strategis (golongan A);
Bahan galian yang dikelola pemerintah bekerja sama dengan swasta, penting untuk keamanan dan pertahanan negara. Contoh: minyak bumi dan gas.

Bahan galian vital (golongan B);
Bahan galian untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, dikelola masyarakat dan swasta yang mendapat ijin dari pemerintah. Contoh: perak, emas, tembaga.

Bahan galian industri (golongan C);
Bahan galian untuk kepentingan industri, dikelola oleh masyarakat. Contoh: pasir, batu, batu kapur.


Peta hasil tambang di Indonesia

Tahap-tahap Kegiatan Pertambangan
1) Prospeksi; adalah suatu kegiatan penyelidikan dan pencarian untuk menemukan endapan bahan galian atau mineral berharga.
2) Eksplorasi; adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas, dan sumber daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup.
3) Eksploitasi; adalah suatu kegiatan penambangan yang meliputi pekerjaan-pekerjaan pengambilan dan pengangkutan endapan bahan galian atau mineral berharga sampai ke tempat penimbunan dan pengolahan/pencucian, kadang-kadang sampai ke tempat pemasaran.
4) Pengolahan; adalah aktivitas untuk memurnikan atau meninggikan kadar bahan galian dengan jalan memisahkan mineral yang berharga dan yang tidak berharga.

Tahap Prospeksi


Tahap Eksplorasi

Tahap Eksploitasi

Tahap pengolahan

c. Sumber Daya Alam Kemaritiman
Indonesia adalah  negara maritim. Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari lautan. Lautan di wilayah Indonesia kaya berbagai sumber daya. Apabila dimanfaatkan secara optimal maka akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
Potensi sumber daya kelautan Indonesia antara lain:

Perikanan;
Perikanan merupakan semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran.

Perikanan

Energi Kelautan;
Merupakan sumber energi di perairan laut yang berupa energi pasang surut, energi gelombang, energi arus laut, dan energi perbedaan suhu lapisan laut.


Energi kelautan

Wisata Bahari;
Memanfaatkan potensi kemaritiman untuk wisata, seperti pesisir, pantai, laut, pulau-pulau kecil. Dengan aktivitas  seperti berjemur, berenang, olahraga yang lain misal snoekeling, diving, memancing, fotografi bawah laut, dll.
Wisata Bahari Lamongan (WBL)

2. Penyebab Perubahan Potensi Sumber Daya Alam

Potensi sumber daya alam dapat mengalami perubahan. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor:
a. Populasi Manusia;
  • Populasi manusia semakin bertambah
  • Peningkatan konsumsi
b. Sumber Daya Alam;
  • Eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
  • Pemikiran mengenai teknologi yang dapat memecahkan masalah
c. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan;
  • Terjadinya perubahan potensi sumber daya alam.
Demikian pembahasan kita tentang perubahan potensi sumber daya alam. Semoga bermanfaat dan kalian mudah memahaminya. Sampai jumpa pada materi IPS berikutnya. Tetap dan selalu semangat belajar...

Wassalam












Kamis, 03 November 2022

MULAI DARI DIRI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID

 

Apa kegiatannya / programnya?

Pada masa SMP saya pernah mengikuti ekstrakurikuler Mading, dan UKS. Saya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut terutama mading. Saya kurang suka ekstrakurikuler yang berkaitan dengan olah raga, karena pada saat saya kecil saya sering sakit. Sehingga tidak mengikuti ekstrakurikuler olah raga/ yang berhubungan dengan fisik.

Siapa yang memprakarsai atau menggagas program tersebut?

Yang mempakarsai menggagas program murid-murid di kelas 2 (kelas saya). Saat melihat madding sekolah tidak ada apapun hasil karya murid yang ditampilkan. Hanya digunakan untuk menempelkan pengumuman saja. Dan itu sudah berlangsung lama. Akhirnya kami usul kepada wali kelas agar diijinkan untuk mengisi mading di sekolah dengan hasil karya murid, seperti puisi, pantun, gambar, tulisan tulisan murid. Dan usulah kami diterima, akhirnya ada ekstrakurikuler madding.

Berperan sebagai apa bapak/ ibu saat itu?

Saat itu saya berperan sebagai sekretaris. Tugas saya mencatat dan memilah hasil karya murid. Jika satu kelas ada yang belum setor hasil karya, maka saya  akan mengingatkan ketua kelas agar segera menyetorkan hasil karya.

Bagaimana perasaan Bapak/ Ibu saat itu?

Perasaan saya senang sekali, karena saya dan teman-teman bisa menyalurkan bakat/ hobi dan menampilkan hasil karya di mading sekolah. Meskipun kegiatan itu menyita sebagian waktu saya tetapi saya sangat senang.

Mengapa pengalaman tersebut jadi berkesan bagi Bapak/ Ibu?

Karena pengalaman tersebut yang menjadikan saya senang menulis baik puisi atau artikel. Saya juga banyak membaca hasil karya teman-teman yang makin menambah wawasan saya.

Apa pembelajaran yang bapak/Ibu ambil dari kegiatan/ program tersebut?

Banyak sekalai pembelajaran yang dapat saya ambil, seperti; saya bisa mengembangkan minat dan hobi, rasa percaya diri bisa tumbuh karena bisa menampilkan hasil karya, bangga bila hasil karya bisa ditampilkan atau dipajang di madding, bisa juga menghargai hasil karya orang lain, serta menjadi tahu bagaimana usaha dan perjuangan untuk menghasilkan karya tertentu.

Bagaimana pengalaman tersebut berdampak pada Ibu/Bapak sekarang? Apakah berdampak positif atau negatif?

Berdampak positif; saya menjadi suka membaca hasil karya orang lain dab suka menulis baik puisi maupun artikel. Walaupun karya saya tidak bagus tapi saya sangat senang bisa mengungkapkan segala sesuatu melalui tulisan.

 

Senin, 17 Oktober 2022

BERKENALAN DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR

 BERKENALAN DENGAN MASYARAKAT

Hai...apa kabar anak-anakku  kelas 7? Masih semangat belajar kan? Pasti!

Sekarang saatnya kita belajar tentang Tema 2 Keberagaman Lingkungan Sekitar, sub tema Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar, dan sub sub tema Berkenalan dengan Masyarakat.

A. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan kelompok manusia yang dilakukan secara timbal balik oleh kedua belah pihak.

Atau Interaksi sosial merupakan suatu proses dalam bertindak dan bereaksi dengan keberadaan orang-orang yang berada di sekitar kita.

Tujuan dan fungsi dilakukan interaksi sosial oleh masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok,  kebutuhan akan ketertiban, kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan, serta kebutuhan-kebutuhan akan kasih sayang. 


Interaksi sosial antara individu dengan individu

Interaksi sosial antara individu dengan kelompok

Interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok

B. Syarat Interaksi Sosial

Interaksi sosial  terjadi bila dua individu atau kelompok melakukan kontak sosial dan komunikasi.

1. Kontak Sosial

Kontak sosial merupkan  tahap awal   terjadinya hubungan sosial. Kontak sosial  dari bahasa latin con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh.  Berdasarkan harfiahnya kontak adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah. Tetapi dari gejala sosial, kontak tidak selalu berarti ada hubungan badaniah, karena orang dapat melakukan hubungan tanpa harus menyentuh, misalnya dengan cara berbicara dengan orang yang bersangkutan.
Kontak sosial merupakan keterlibatan antara seseorang/ individu dengan individu yang lain atau antarkelompok.

Kontak sosial dibagi menjadi dua:

  • Kontak Sosial bersifat Primer: Kontak terjadi secara langsung seperti bertatap muka/ bertemu langsung.
  • Kontak Sosial bersifat Sekunder: Kontak terjadi secara tidak langsung atau menggunakan media penghubung seperti telepon, surat elektronik bahkan melalui pesan media sosial. Apa saja media sosial yang kalian punya?
Kontak sosial langsung
Kontak tidak langsung




2. Komunikasi

Dalam interaksi sosial, komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting dengan  adanya saling mengungkapkan perilaku seperti dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan. Komunikasi adalah suatu proses dalam menyampaikan pesan dari penyampai pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan).

Komunikasi terjadi dan berlangsung jika individu menyampaikan suatu rangsang (stimulus) yang dapat direspon atau dijawab oleh individu lain yang dituju. Komunikasi dapat terjadi terus menerus  sehingga dapat terjadi pertukaran pesan.Komunikasi terjadi setelah berlangsung kontak sosial. Tetapi kontak sosial tidak selalu diikuti komunikasi.

Beberapa unsur pokok  komunikasi antara lain:

  • Komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.
  • Komunikan adalah seorang atau kelompok yang menerima pesan dari komunikator.
  • Pesan adalah sesuatu hal yang disampaikan oleh komunikator. Pesan biasanya berisikan informasi, pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan perasaan.
  • Media adalah perantara untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan pesan tersurat.
  • Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

C. Bentuk Interaksi Sosial

1. Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial yang positif karena mengarah pada kesatuan. Untuk mengarah kebaikan akan kerjasama dan menciptakan sesuatu antara seseorang dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang positif.

a. Kerjasama

Suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau saling membantu yang bertujuan mewujudkan kegiatan yang positif. Dalam kehidupan setiap orang selalu memerlukan bantuan orang lain namun tetap dalam batas yang wajar. Contohnya, seperti gotong royong antar tetangga.

Dengan kata lain, Kerjasama adalah suatu usaha bersama-sama antar  individu atau kelompok sebagai usaha mencapai suatu kepentingan atau tujuan yang telah disepakati bersama.

Contoh: mengerjakan tugas kelompok bersama-sama, gotong royong membersihkan lingkungan, kerja sama dalam bermain bola.

contoh kerjasama


b. Akomodasi

Akomodasi merupakan penyesuaian diri seseorang bahkan kelompok manusia yang sebelumnya saling bertentangan, supaya mengatasi ketegangan dengan antara pihak yang bertentangan dibutuhkanlah akomodasi.

Tujuannya untuk menciptakan keseimbangan interaksi sosial yang akan berkaitan dengan norma dan nilai-nilai dalam lingkup masyarakat. Namun akomodasi ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

1) Adjudikasi

Ajudikasi merupakan proses cara penyelesain konflik sosial yang juga dikenal dengan akomodasi. 

2) Arbitrase (Arbitration= pewarisan)

Arbitrase merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik dengan pihak ketiga sebagai keputusan yang mengikat tidak bisa diganggu gugat oleh kedua pihak yang berselisih.

3) Toleransi

Toleransi adaah bentuk akomodasi tanpa persetujuan  bersama.T oleransi merupakan sikap saling menghargai dan menghormati dalam bermasyarakat baik individu maupun berkelompok. 

4) Coertion

Koersi adalah bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan secara paksaan, pihak satu ,menguasai pihak lain

5) Mediation

Mediasi merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, hampir serupa seperti arbitrase namun hanya sebagai penengah (mediator) tidak mempunyai kewenangan dalam mengambil prakarsa.

6) Consiliation

Konsiliasi merupakan suatu upaya dalam menyelesaikan sengketa atau perselisihan dari pihak-pihak dengan melibatkan pihak netral yang dinamakan konsiliator yang mencari titik tengah (penyelesaian atau persetujuan) yang mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih.

c. Asimilasi

Asimilasi merupakan percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya lalu membentuk kebudayaan baru dan menerapkan dalam keseharian.

2. Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif yaitu interaksi yang akan mengarah pada perpecahan serta terjadi perdebatan pendapat.

a. Persasingan/ Kompetisi

Persaingan timbul karena adanya dua individu atau lebih yang saling memperebutkan suatu yang jumlahnya terbatas, sehingga memungkinkan untuk melakukan berbagai cara. Persaingan merupakan terjadi proses sosial lebih dari dua orang untuk mencari sebuah keuntungan.

b. Kontravensi
Kontravensi merupakan proses sosial yang terjadi diantara persaingan dan pertentangan. Kontroversi merupakan rasa tak suka dan bisa tujukan tanpa sembunyi-sembunyi oleh orang atau kelompok.

c. Konflik
Konflik merupakan proses sosial antara individu atau kelompok yang bertentangan hingga saling menjatuhkan. 
contoh konflik

D. Pembentukan Karakteristik Budaya (Kebiasaan) Masyarakat Daerah

Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang tercipta dan dimiliki oleh seorang manusia pada saat berinteraksi secara bersama-sama. Kebudayaan bisa berupa ide-ide, keyakinan, perilaku sehari-hari, dan produk-produk unum yang diciptakan dan digunakan bersama-sama.
Budaya sangat bervariasi di seluruh dunia. Kita mengenal budaya barat, budaya timur, budaya Korea, busya Jepang, budaya Indonesia, dll.

 Lalu, bagaimana terbentuknya karakteristik budaya lokal atau daerah?

Terbentuknya Budaya Lokal adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari. proses terbentuknya budaya juga dapat dipahami sebagai suatu sistem ide yang dimiliki suatu masyarakat lewat proses belajar dan dijadikan acuan tingkah laku dalam kehidupan sosial bagi masyarakat tersebut.

Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia harus dipandang sebagai sebuah kekayaan bukan kemiskinan. Bahwa Indonesia tidak memiliki identitas budaya yang tunggal bukan berarti tidak memiliki jati diri, namun dengan keanekaragaman budaya yang ada membuktikan bahwa masyarakat kita memiliki kualitas budaya yang luar biasa.

Demikian penjelasan singkat tentang interaksi sosial. Apakah kalian sudah paham?Alhamdulillah. Tetap selalu semangat belajar ya...
Selalu jalin peraudaraan ya, berinteraksi asosiatif dan menghindari disosiatif.
Sampai jumpa pada pembelajaran berikutnya.





Kamis, 15 September 2022

ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 

PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMP NEGERI 1 TURI LAMONGAN

OLEH : RATNANINGSIH, M.Pd.

CGP ANGKATAN 5

KABUPATEN LAMONGAN

 

A.       LATAR BELAKANG

Budaya positif pada hekekatnya adalah perwujudan nilai-nilai kebajikan universal yang diterapkan di sekolah. Budaya positif terbentuk dari karakter-karakter baik, karakter baik tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik, dan kebiasaan baik bermula dari lingkungan yang positif, yaitu lingkungan yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, dan saling bekerja sama. Guru merupakan sosok yang paling bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan positif tersebut.

Menurut convergentie theory, seorang anak yang lahir seumpama selembar kertas putih yang sudah ditulisi penuh, tetapi tulisan yang masih samar. Tugas pendidikanlah untuk menebalkan tulisan samar yang baik, agar dapat nampak sebagai budi pekerti yang baik. Sementara tulisan samar yang jelek dibiarkan saja agar semakin samar, jangan sampai menjadi tebal. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, bahwa tujuan Pendidikan adalah menuntun segala kodrat anak, agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dan itu bisa tercapai jika di sekolah diterapkan budaya positif.

Budaya positif di sekolah ditandai dengan adanya disiplin positif yaitu disiplin yang bertujuan untuk menanamkan motivasi internal pada murid. Adanya perubahan paradigma tentang solusi terhadap murid yang melakukan kesalahan/ melanggar kedisiplinan, bukan dengan hukuman atau konsekuensi melainkan dengan restitusi terdiri dari tiga langkah yang disebut segitiga restitusi. Menghindari pemberian penghargaan yang bisa berdampak negatif kepada murid. Penerapan posisi kontrol guru terhadap murid yang tepat, yaitu sebagai manajer. Dan penerapan nilai-nilai kebajikan universal dalam bentuk keyakinan sekolah/ kelas yang diwujudkan dalam kesepakatan kelas.

Budaya positif dapat terwujud apabila didukung oleh seluruh warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru, murid, maupun orang tua/ wali murid. Untuk itulah, saya sebagai calon guru penggerak merasa perlu berbagi kepada semua warga sekolah, agar nantinya dapat berjuang mewujudkan budaya positif di sekolah bersama-sama. Segala sesuatu jika dilakukan Bersama, seberat apapun itu akan terasa lebih ringan dan mudah.

B.          TUJUAN

Menerapkan  Budaya Positif di SMP Negeri I Turi melalui disiplin positif, merubah paradigma posisi kontrol guru, pananganan ketidakdisiplinan dengan restitusi dan penerapan nilai-nilai kebajikan universal melalui keyakinan  kelas. 

C.          TOLOK UKUR KEBERHASILAN

Terlaksananya/ terwujudnya Budaya Positif di SMP Negeri I Turi Lamongan. melalui:

·         Penerapan Disiplin positif

·         Perubaan paradigma posisi kontrol guru

·         Penanganan ketidakdisiplinan dengan restitusi

·         Penerapan nilai-nilai kebajikan melalui keyakinan kelas

D.          DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

1.         Dukungan dari Kepala Sekolah dalam melaksanakan Budaya Positif.

2.  Dukungan dari guru (teman sejawat) dan pegawai/ karyawan, untuk bersama-sama melaksanakan budaya positif  di SMP Negeri I Turi.

3.         Dukungan dari semua murid

E.          LINIMASA KEGIATAN

1.         Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah tentang pelaksanaan budaya positif, rencana aksi nyata dan sosialisasi budaya positif (Berbagi Praktik Baik Budaya Positif)

2.         Berkoordinasi dengan wakil kepala sekolah, kaur tentang pelaksanaan sosilisasi

3.         Persiapan:

a.       Menyusun PPT untuk presentasi

b.      Pengiriman undangan

c.       Persiapan sarana prasarana: tempat, banner, sound system, dll

4.         Pelaksaksanaan sosiaalisasi/ berbagi praktik baik (pelaksanaan Aksi Nyata)

F.          REFLEKSI

Saya memang satu-satunya calon guru penggerak Angkatan 5 dari SMP Negeri I Turi Lamongan, tetapi saya tidak bekerja sendirian dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif ini. Saya mendapat bantuan dari teman-teman  guru dan karyawan. Dalam pelaksanaan berbagi ini banyak teman yang antusias untuk bertanya. Dan kami semua menyadari ternyata selama ini kami banyak melakukan kesalahan dalam hal budaya positif. Seperti pemberian hukuman, konsekuensi, maupun penghargaan, maupun posisi control guru terhadap murid.

Setelah pelaksanaan berbagi praktik baik, banyak teman guru yang akhirnya berusaha untuk menerapkan budaya positif. Seperti membuat keyakinan kelas/ kesepakatan kelas, Menerapkan restitusi jika ada murid yang melakukan kesalahan/ pelanggaran, menerapkan posisi kontrol yang tepat terhadap murid, dll. Tentunya hal-hal baru yang kami lakukan ini merupakan upaya untuk melengkapi hal-hal baik yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga karakter baik akan semakin terbentuk sebagai penunjang utama terciptanya budaya positif.

G.       LAMPIRAN:

Bersama-sama menyusun keyakinan kelas
Menerapkan Restitusi setelah mempelajari modul 1.4
Persiapan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif oleh CGP kepada Bapak/Ibu Guru SMP Negeri I Turi

Link Video Pelaksanaan Berbagi Praktik Baik:

https://drive.google.com/file/d/1glnYmnkXSMdHAquUOpnjAXWtl53h3WJa/view?usp=sharing

https://www.kompasiana.com/ratnaningsih2252/6324111506b56a74ea35d772/artikel-aksi-nyata-modul-1-4-budaya-positif



Semoga Bermanfaat
Salam dan Bahagia






Rabu, 01 Juni 2022

REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

 


SALAM DAN BAHAGIA

Guru adalah profesi mulia, karena guru merupakan satu sosok yang perannya sangat penting dalam membawa masa depan anak didiknya. Lahirnya generasi yang cerdas, cakap, dan mampu melaksanakan tugas terhadap diri sendiri, keluarganya, masyarakat maupun negara,  merupakan tanggung jawab guru untuk mewujudkannya. Sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab berat yang diemban oleh guru, maka setelah memilih guru sebagai profesi seorang guru jangan hanya berdiam diri apa adanya. Tetapi guru seyogyanya terus berusaha mengembangkan profesinya, sehingga bisa menjalankan profesinya dengan maksimal. Tidak hanya cukup dengan bekal ilmu yang didapat pada saat menempuh pendidikan, tetapi juga memperkaya dengan ilmu-ilmu baru melalui berbagai cara, salah satunya melalui Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Intinya; ‘siapa yang berani menjadi guru, harus berani terus belajar’. Karena setiap insan sejatinya adalah pembelajar sepanjang hayat.

Pada saat mengikuti Program Pendidikan Guru penggerak, salah satu modul yang dipelajari adalah modul 1.1 tentang Refleksi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan tokoh yang mendapat julukan Bapak Pendidikan Nasional, lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Dalam kiprahnya sebagai tokoh Pendidikan pada masa kolonial beliau memiliki filosofi Pendidikan yang bernilai tinggi dan masih sangat  relevan untuk diterapkan dalam dunia Pendidikan di Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

Filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan memang sudah lama ada, namun saya sebagai guru belum betul-betul memahami. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran ternyata saya banyak melakukan ‘kekhilafan”. Saya terkadang memandang bahwa kelas dan peserta didik adalah  sebagai obyek untuk menransfer ilmu pengetahuan. Apa yang saya sampaikan harus bisa dipahami oleh peserta didik, karena saya berasumsi bahwa apa yang ada dalam fikiran dan otak mereka sama dengan apa yang ada dalam fikiran dan otak saya. Metode dan strategi pembelajaran yang saya terapkan memang sudah agak bervariasi, begitu juga dengan media pembelajarannya. Tetapi baik metode atau strategi serta media pembelajaran itu saya pilih tanpa memandang kondisi peserta didik terlebih dahulu. Tanpa memikirkan apakah sesuai dengan minat atau keinginan setiap peserta didik. Apa yang menurut saya baik dan menarik adalah baik dan menarik juga bagi mereka. Sayapun menganggap mereka adalah sama karena berada dalam jenjang/ level  yang sama berarti segala kemampuan yang mereka miliki juga sama. Suatu waktu saya juga pernah memberi hukuman terhadap peserta didik yang melanggar, misalnya  tidak mengerjakan tugas tepat waktu sesuai kesepakatan, terlambat, dll. Dan hal itu sudah berjalan sekian lama. Adakah Bapak/ Ibu guru yang juga melakukan ‘kekhilafan’ seperti saya?

Kemudian kesadaran saya tergugah  setelah mempelajari dan memahami tentang filosofi pendidikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Pendidikan adalah menuntun;“Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar. Tujuan Pendidikan adalah adalah ‘menuntun’ (memfasilitasi atau membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar  agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan merupakan proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat” (Ki Hadjar Dewantara). Salam dan Bahagia; keselamatan dan kebahagiaan peserta didik adalah tujuan dari Pendidikan. Setiap anak memiliki potensi masing-masing, tugas guru adalah menuntun agar potensi yang dimiliki bisa berkembang dan tidak salah arah.

Kodrat anak; merdeka dan bermain; “Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, tidak  untuk sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak” Memahami bahwa kodrat anak adalah merdeka, baik merdeka lahir maupun merdeka batin. Manusia merdeka adalah manusia yang lahir batinnya tidak tergantung pada orang lain, tetapi berdasar atas kekuatan sendiri. Merdeka lahir diperoleh dari pengajaran dan merdeka batin diperoleh dari pendidikan. Pendidikan yang memerdekaan adalah pendidikan yang meletakkan unsur kebebasan peserta didik untuk mengatur dirinya, tumbuh serta berkembang menurut kodrat secara lahiriah dan batiniah.

Pendidikan yang diberikan pada peserta didik adalah pendidikan yang menyenangkan. Jangan sampai peserta didik merasa tertekan atau tidak nyaman selama proses pembelajaran. Pendidikan tanpa kekerasan atau Pendidikan yang ramah anak.

Pendidikan yang berpihak pada anak/ peserta didik. (Student Centered); Peserta didik bukan obyek melainkan subyek dalam pembelajaran. Setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing, berbeda satu dengan yang lain. Dan guru dituntut/ wajib memahami keunikan tersebut dan tidak mengindahkannya. Karakteristik peserta didik dapat berupa  gender, etnik, kultural, status social, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan social, moral dan spiritual, serta perkembangan motorik, tidak sama satu dengan yang lain meskipun mereka berada pada level atau usia yang sama. Pentingnya mengenali karakteristik masing-masing peserta didik adalah agar guru mampu membimbing dan mengarahkan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada istilah ‘pendidikan gagal’.

Anak bukan tabularasa (kertas kosong);  Setiap peserta didik sudah memiliki potensi, tugas guru adalah menuntun atau mengarahkan. Membimbing, memberi kebebasan menurut maunya, mengamati, dan memberi pertolongan jika diperlukan. Tetapi guru jangan memaksa atau mendikte sesuai kemauan guru.

Budi pekerti (watak/ karakter); Pendidikan bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperbaiki budi pekerti/ akhlak mulia. Pendidikan berkewajiban menuntun peserta didik untuk menebalkan garis samar yang berisi hal-hal baik, agar kelak nampak sebagai budi pekerti yang baik. Garis samar yang mengandung arti kejelekan atau kejahatan hendaknya dibiarkan, agar jangan sampai menjadi tebal, bahkan makin suram dan hilang. Pendidikan yang diterapkan adalah Pendidikan holistik, keseluruhan dan seimbang.

Kodrat alam dan kodrat zaman; Kodrat alam adalah berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana peserta didik berada. Kodrat zaman merupakan isi dan irama atau dimasa apa kehidupan peserta didik berlangsung. Pendidikan disesuaikan dengan kondisi alam baik kondisi geografis setempat. Pendidikan juga disesuaikan dengan tuntutan zaman. Saat ini yang dibutuhkan peserta didik adalah kemampuan untuk memiliki ketrampilan abad 21. Guru memberi kesempatan peserta didik untuk berkembang sesuai dengan perkembangan zamannya.

Menebalkan laku konteks sosio kultural; Selain disesuaikan dengan kondisi alam/ geografis, pendidikan juga memperhatikan aspek social budaya setempat (kearifan local). Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat .Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang  tidak bisa dipisahkan. Peradaban bangsa yang kita cita-citakan dan kita inginkan fondasinya adalah pendidikan. Pendidikan membentuk peradaban.

Setelah memahami filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, saya harus berubah. Memperbaiki kekhilafan yang pernah saya perbuat. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Apa saja perubahan saya lakukan dan terapkan?

Memastikan bahwa ruang kelas  adalah tempat yang nyaman untuk belajar; bersih, indah, rapi dan enak dipandang. Tersedia sarana dan prasarana yang dibutuhkan. 

Memastikan peserta didik siap untuk belajar; Dengan adanya kesiapan belajar peserta didik baik jiwa maupun raganya, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik.

Mengenali karakteristik  dan memetakan kondisi peserta didik sesuai karakteristiknya; Setiap peserta didik memiliki karakteristiknya masing-masing. Untuk mengenali karakteristinya bisa dilakukan dengan cara: mengamati selama proses pembelajaran (observasi), tes, mengenali temperamennya, melakukan pendekatan psikologis, menjadi sahabat anak, memahami lingkungan anak, mendiskusikan dengan orang tua, membuat catatan, dll. Dengan begitu guru menjadi tahu bagaimana cara mendekati peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Sehingga merdeka belajar dapat berjalan dengan baik.

Menerapkan Pendidikan yang berpihak pada peserta didik (Student Centered); Peserta didik adalah subyek atau yang utama dalam pembelajaran/ kunci pokok pelaksanaan pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, menuntun, membimbing agar potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang dengan baik dan terarah.

Menerapkan Pendidikan yang menyenangkan; Guru menghormati dan memperlakukan anak sebaik-baiknya. Menerapkanmodel,  metode atau strategi dan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi. Menghindari hukuman atau kekerasan, baik verbal maupun fisik. Tugas-tugas yang diberikan disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik.

Mengembangkan budi pekerti / karakter peserta didik; Membiasakan kata-kata yang baik seperti maaf, terima kasih, tolong,  menerapkan sikap saling menghormati dan toleransi, dll. Di sekolah saya dalam rangkah penguatan pendidikan karakter terdapat kegiatan JUMAT BERJIHAT (Jumat bersih, ngaji bareng, sholat dhuha dan olahraga sehat).

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alam sekitar, kearifan local dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Dan yang tidak kalah penting adalah selalu berkomunikasi dengan kepala sekolah, teman sejawat, dan orang tua serta masyarakat untuk mengembangkan kualitas Pendidikan.

Harapan saya, saya bisa terus belajar untuk memperbaiki diri agar  menjadi guru yang baik dan bisa menerapkan filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Sehingga dapat memperkecil atau bahkan menghapus kekhilafan terhadap peserta  didik. Semoga guru yang lain juga termotivasi untuk terus belajar dan menerapkan filosofi tersebut di kelas dan sekolah masing-masing.

Buat anak-anak didikku; Nak, Aku bukan guru yang sempurna, maafkan jika selama ini  salah dan khilaf dalam mendidikmu. Tidak peka dan kurang memahami apa yang kalian mau. Tumbuhlah kau dengan terpuji…

Semoga bermanfaat

Terima kasih

 

#progranpendidikangurupenggerakangkatan5

#salamdanbahagia