Kamis, 15 September 2022

ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 

PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMP NEGERI 1 TURI LAMONGAN

OLEH : RATNANINGSIH, M.Pd.

CGP ANGKATAN 5

KABUPATEN LAMONGAN

 

A.       LATAR BELAKANG

Budaya positif pada hekekatnya adalah perwujudan nilai-nilai kebajikan universal yang diterapkan di sekolah. Budaya positif terbentuk dari karakter-karakter baik, karakter baik tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik, dan kebiasaan baik bermula dari lingkungan yang positif, yaitu lingkungan yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, dan saling bekerja sama. Guru merupakan sosok yang paling bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan positif tersebut.

Menurut convergentie theory, seorang anak yang lahir seumpama selembar kertas putih yang sudah ditulisi penuh, tetapi tulisan yang masih samar. Tugas pendidikanlah untuk menebalkan tulisan samar yang baik, agar dapat nampak sebagai budi pekerti yang baik. Sementara tulisan samar yang jelek dibiarkan saja agar semakin samar, jangan sampai menjadi tebal. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, bahwa tujuan Pendidikan adalah menuntun segala kodrat anak, agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dan itu bisa tercapai jika di sekolah diterapkan budaya positif.

Budaya positif di sekolah ditandai dengan adanya disiplin positif yaitu disiplin yang bertujuan untuk menanamkan motivasi internal pada murid. Adanya perubahan paradigma tentang solusi terhadap murid yang melakukan kesalahan/ melanggar kedisiplinan, bukan dengan hukuman atau konsekuensi melainkan dengan restitusi terdiri dari tiga langkah yang disebut segitiga restitusi. Menghindari pemberian penghargaan yang bisa berdampak negatif kepada murid. Penerapan posisi kontrol guru terhadap murid yang tepat, yaitu sebagai manajer. Dan penerapan nilai-nilai kebajikan universal dalam bentuk keyakinan sekolah/ kelas yang diwujudkan dalam kesepakatan kelas.

Budaya positif dapat terwujud apabila didukung oleh seluruh warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru, murid, maupun orang tua/ wali murid. Untuk itulah, saya sebagai calon guru penggerak merasa perlu berbagi kepada semua warga sekolah, agar nantinya dapat berjuang mewujudkan budaya positif di sekolah bersama-sama. Segala sesuatu jika dilakukan Bersama, seberat apapun itu akan terasa lebih ringan dan mudah.

B.          TUJUAN

Menerapkan  Budaya Positif di SMP Negeri I Turi melalui disiplin positif, merubah paradigma posisi kontrol guru, pananganan ketidakdisiplinan dengan restitusi dan penerapan nilai-nilai kebajikan universal melalui keyakinan  kelas. 

C.          TOLOK UKUR KEBERHASILAN

Terlaksananya/ terwujudnya Budaya Positif di SMP Negeri I Turi Lamongan. melalui:

·         Penerapan Disiplin positif

·         Perubaan paradigma posisi kontrol guru

·         Penanganan ketidakdisiplinan dengan restitusi

·         Penerapan nilai-nilai kebajikan melalui keyakinan kelas

D.          DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

1.         Dukungan dari Kepala Sekolah dalam melaksanakan Budaya Positif.

2.  Dukungan dari guru (teman sejawat) dan pegawai/ karyawan, untuk bersama-sama melaksanakan budaya positif  di SMP Negeri I Turi.

3.         Dukungan dari semua murid

E.          LINIMASA KEGIATAN

1.         Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah tentang pelaksanaan budaya positif, rencana aksi nyata dan sosialisasi budaya positif (Berbagi Praktik Baik Budaya Positif)

2.         Berkoordinasi dengan wakil kepala sekolah, kaur tentang pelaksanaan sosilisasi

3.         Persiapan:

a.       Menyusun PPT untuk presentasi

b.      Pengiriman undangan

c.       Persiapan sarana prasarana: tempat, banner, sound system, dll

4.         Pelaksaksanaan sosiaalisasi/ berbagi praktik baik (pelaksanaan Aksi Nyata)

F.          REFLEKSI

Saya memang satu-satunya calon guru penggerak Angkatan 5 dari SMP Negeri I Turi Lamongan, tetapi saya tidak bekerja sendirian dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif ini. Saya mendapat bantuan dari teman-teman  guru dan karyawan. Dalam pelaksanaan berbagi ini banyak teman yang antusias untuk bertanya. Dan kami semua menyadari ternyata selama ini kami banyak melakukan kesalahan dalam hal budaya positif. Seperti pemberian hukuman, konsekuensi, maupun penghargaan, maupun posisi control guru terhadap murid.

Setelah pelaksanaan berbagi praktik baik, banyak teman guru yang akhirnya berusaha untuk menerapkan budaya positif. Seperti membuat keyakinan kelas/ kesepakatan kelas, Menerapkan restitusi jika ada murid yang melakukan kesalahan/ pelanggaran, menerapkan posisi kontrol yang tepat terhadap murid, dll. Tentunya hal-hal baru yang kami lakukan ini merupakan upaya untuk melengkapi hal-hal baik yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga karakter baik akan semakin terbentuk sebagai penunjang utama terciptanya budaya positif.

G.       LAMPIRAN:

Bersama-sama menyusun keyakinan kelas
Menerapkan Restitusi setelah mempelajari modul 1.4
Persiapan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif oleh CGP kepada Bapak/Ibu Guru SMP Negeri I Turi

Link Video Pelaksanaan Berbagi Praktik Baik:

https://drive.google.com/file/d/1glnYmnkXSMdHAquUOpnjAXWtl53h3WJa/view?usp=sharing

https://www.kompasiana.com/ratnaningsih2252/6324111506b56a74ea35d772/artikel-aksi-nyata-modul-1-4-budaya-positif



Semoga Bermanfaat
Salam dan Bahagia






Rabu, 01 Juni 2022

REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

 


SALAM DAN BAHAGIA

Guru adalah profesi mulia, karena guru merupakan satu sosok yang perannya sangat penting dalam membawa masa depan anak didiknya. Lahirnya generasi yang cerdas, cakap, dan mampu melaksanakan tugas terhadap diri sendiri, keluarganya, masyarakat maupun negara,  merupakan tanggung jawab guru untuk mewujudkannya. Sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab berat yang diemban oleh guru, maka setelah memilih guru sebagai profesi seorang guru jangan hanya berdiam diri apa adanya. Tetapi guru seyogyanya terus berusaha mengembangkan profesinya, sehingga bisa menjalankan profesinya dengan maksimal. Tidak hanya cukup dengan bekal ilmu yang didapat pada saat menempuh pendidikan, tetapi juga memperkaya dengan ilmu-ilmu baru melalui berbagai cara, salah satunya melalui Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Intinya; ‘siapa yang berani menjadi guru, harus berani terus belajar’. Karena setiap insan sejatinya adalah pembelajar sepanjang hayat.

Pada saat mengikuti Program Pendidikan Guru penggerak, salah satu modul yang dipelajari adalah modul 1.1 tentang Refleksi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan tokoh yang mendapat julukan Bapak Pendidikan Nasional, lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Dalam kiprahnya sebagai tokoh Pendidikan pada masa kolonial beliau memiliki filosofi Pendidikan yang bernilai tinggi dan masih sangat  relevan untuk diterapkan dalam dunia Pendidikan di Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

Filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan memang sudah lama ada, namun saya sebagai guru belum betul-betul memahami. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran ternyata saya banyak melakukan ‘kekhilafan”. Saya terkadang memandang bahwa kelas dan peserta didik adalah  sebagai obyek untuk menransfer ilmu pengetahuan. Apa yang saya sampaikan harus bisa dipahami oleh peserta didik, karena saya berasumsi bahwa apa yang ada dalam fikiran dan otak mereka sama dengan apa yang ada dalam fikiran dan otak saya. Metode dan strategi pembelajaran yang saya terapkan memang sudah agak bervariasi, begitu juga dengan media pembelajarannya. Tetapi baik metode atau strategi serta media pembelajaran itu saya pilih tanpa memandang kondisi peserta didik terlebih dahulu. Tanpa memikirkan apakah sesuai dengan minat atau keinginan setiap peserta didik. Apa yang menurut saya baik dan menarik adalah baik dan menarik juga bagi mereka. Sayapun menganggap mereka adalah sama karena berada dalam jenjang/ level  yang sama berarti segala kemampuan yang mereka miliki juga sama. Suatu waktu saya juga pernah memberi hukuman terhadap peserta didik yang melanggar, misalnya  tidak mengerjakan tugas tepat waktu sesuai kesepakatan, terlambat, dll. Dan hal itu sudah berjalan sekian lama. Adakah Bapak/ Ibu guru yang juga melakukan ‘kekhilafan’ seperti saya?

Kemudian kesadaran saya tergugah  setelah mempelajari dan memahami tentang filosofi pendidikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Pendidikan adalah menuntun;“Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar. Tujuan Pendidikan adalah adalah ‘menuntun’ (memfasilitasi atau membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar  agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan merupakan proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat” (Ki Hadjar Dewantara). Salam dan Bahagia; keselamatan dan kebahagiaan peserta didik adalah tujuan dari Pendidikan. Setiap anak memiliki potensi masing-masing, tugas guru adalah menuntun agar potensi yang dimiliki bisa berkembang dan tidak salah arah.

Kodrat anak; merdeka dan bermain; “Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, tidak  untuk sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak” Memahami bahwa kodrat anak adalah merdeka, baik merdeka lahir maupun merdeka batin. Manusia merdeka adalah manusia yang lahir batinnya tidak tergantung pada orang lain, tetapi berdasar atas kekuatan sendiri. Merdeka lahir diperoleh dari pengajaran dan merdeka batin diperoleh dari pendidikan. Pendidikan yang memerdekaan adalah pendidikan yang meletakkan unsur kebebasan peserta didik untuk mengatur dirinya, tumbuh serta berkembang menurut kodrat secara lahiriah dan batiniah.

Pendidikan yang diberikan pada peserta didik adalah pendidikan yang menyenangkan. Jangan sampai peserta didik merasa tertekan atau tidak nyaman selama proses pembelajaran. Pendidikan tanpa kekerasan atau Pendidikan yang ramah anak.

Pendidikan yang berpihak pada anak/ peserta didik. (Student Centered); Peserta didik bukan obyek melainkan subyek dalam pembelajaran. Setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing, berbeda satu dengan yang lain. Dan guru dituntut/ wajib memahami keunikan tersebut dan tidak mengindahkannya. Karakteristik peserta didik dapat berupa  gender, etnik, kultural, status social, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan social, moral dan spiritual, serta perkembangan motorik, tidak sama satu dengan yang lain meskipun mereka berada pada level atau usia yang sama. Pentingnya mengenali karakteristik masing-masing peserta didik adalah agar guru mampu membimbing dan mengarahkan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada istilah ‘pendidikan gagal’.

Anak bukan tabularasa (kertas kosong);  Setiap peserta didik sudah memiliki potensi, tugas guru adalah menuntun atau mengarahkan. Membimbing, memberi kebebasan menurut maunya, mengamati, dan memberi pertolongan jika diperlukan. Tetapi guru jangan memaksa atau mendikte sesuai kemauan guru.

Budi pekerti (watak/ karakter); Pendidikan bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperbaiki budi pekerti/ akhlak mulia. Pendidikan berkewajiban menuntun peserta didik untuk menebalkan garis samar yang berisi hal-hal baik, agar kelak nampak sebagai budi pekerti yang baik. Garis samar yang mengandung arti kejelekan atau kejahatan hendaknya dibiarkan, agar jangan sampai menjadi tebal, bahkan makin suram dan hilang. Pendidikan yang diterapkan adalah Pendidikan holistik, keseluruhan dan seimbang.

Kodrat alam dan kodrat zaman; Kodrat alam adalah berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana peserta didik berada. Kodrat zaman merupakan isi dan irama atau dimasa apa kehidupan peserta didik berlangsung. Pendidikan disesuaikan dengan kondisi alam baik kondisi geografis setempat. Pendidikan juga disesuaikan dengan tuntutan zaman. Saat ini yang dibutuhkan peserta didik adalah kemampuan untuk memiliki ketrampilan abad 21. Guru memberi kesempatan peserta didik untuk berkembang sesuai dengan perkembangan zamannya.

Menebalkan laku konteks sosio kultural; Selain disesuaikan dengan kondisi alam/ geografis, pendidikan juga memperhatikan aspek social budaya setempat (kearifan local). Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat .Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang  tidak bisa dipisahkan. Peradaban bangsa yang kita cita-citakan dan kita inginkan fondasinya adalah pendidikan. Pendidikan membentuk peradaban.

Setelah memahami filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, saya harus berubah. Memperbaiki kekhilafan yang pernah saya perbuat. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Apa saja perubahan saya lakukan dan terapkan?

Memastikan bahwa ruang kelas  adalah tempat yang nyaman untuk belajar; bersih, indah, rapi dan enak dipandang. Tersedia sarana dan prasarana yang dibutuhkan. 

Memastikan peserta didik siap untuk belajar; Dengan adanya kesiapan belajar peserta didik baik jiwa maupun raganya, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik.

Mengenali karakteristik  dan memetakan kondisi peserta didik sesuai karakteristiknya; Setiap peserta didik memiliki karakteristiknya masing-masing. Untuk mengenali karakteristinya bisa dilakukan dengan cara: mengamati selama proses pembelajaran (observasi), tes, mengenali temperamennya, melakukan pendekatan psikologis, menjadi sahabat anak, memahami lingkungan anak, mendiskusikan dengan orang tua, membuat catatan, dll. Dengan begitu guru menjadi tahu bagaimana cara mendekati peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Sehingga merdeka belajar dapat berjalan dengan baik.

Menerapkan Pendidikan yang berpihak pada peserta didik (Student Centered); Peserta didik adalah subyek atau yang utama dalam pembelajaran/ kunci pokok pelaksanaan pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, menuntun, membimbing agar potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang dengan baik dan terarah.

Menerapkan Pendidikan yang menyenangkan; Guru menghormati dan memperlakukan anak sebaik-baiknya. Menerapkanmodel,  metode atau strategi dan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi. Menghindari hukuman atau kekerasan, baik verbal maupun fisik. Tugas-tugas yang diberikan disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik.

Mengembangkan budi pekerti / karakter peserta didik; Membiasakan kata-kata yang baik seperti maaf, terima kasih, tolong,  menerapkan sikap saling menghormati dan toleransi, dll. Di sekolah saya dalam rangkah penguatan pendidikan karakter terdapat kegiatan JUMAT BERJIHAT (Jumat bersih, ngaji bareng, sholat dhuha dan olahraga sehat).

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alam sekitar, kearifan local dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Dan yang tidak kalah penting adalah selalu berkomunikasi dengan kepala sekolah, teman sejawat, dan orang tua serta masyarakat untuk mengembangkan kualitas Pendidikan.

Harapan saya, saya bisa terus belajar untuk memperbaiki diri agar  menjadi guru yang baik dan bisa menerapkan filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Sehingga dapat memperkecil atau bahkan menghapus kekhilafan terhadap peserta  didik. Semoga guru yang lain juga termotivasi untuk terus belajar dan menerapkan filosofi tersebut di kelas dan sekolah masing-masing.

Buat anak-anak didikku; Nak, Aku bukan guru yang sempurna, maafkan jika selama ini  salah dan khilaf dalam mendidikmu. Tidak peka dan kurang memahami apa yang kalian mau. Tumbuhlah kau dengan terpuji…

Semoga bermanfaat

Terima kasih

 

#progranpendidikangurupenggerakangkatan5

#salamdanbahagia




Sabtu, 01 Januari 2022

KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

 Assalamualaikum wr. wb.

Anak-anakku kelas 8, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Anak-anakku perlu selalu kita ingat, bahwa sampai saat ini pandemi covid 19 belum usai, sehingga kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. 

Kali ini kita akan membahas tentang Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial. Masih semangat belajar?... Harus!

KONFLIK DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

Pernahkah kalian menjumpai di lingkungan sekitar orang-orang yang saling bertikai? bertengkar? Saling hujat dengan kata-kata baik secara langsung maupun melalui media sosial? Atau dengan tindak kekerasan? Jika pernah itulah contoh konflik. Jadi, apa yang dimaksud konflik?

https://mediakasasi.com/ragam/901/macam-macam-konflik-sosial-dan-contohnya-di-masyarakat.html
Contoh gambar konflik sosial

Menurut Robert MZ LawangKonflik adalah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka dengan tujuan tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.

Sedangkan menurut Kartono, Konflik merupakan proses sosial yang bersifat antagonistik dan terkadang tidak bisa diserasikan karena dua belah pihak yang berkonflik memiliki tujuan, sikap, dan struktur nilai yang berbeda.

Siapa yang dapat terlibat konflik? Semua orang bisa mengalami atau terlibat konflik. Antara individu dengan individu, individu dangan kelompok maupun kelompok dengan kelompok.Indonesia merupakan negara yang beraneka ragam (Pluralitas), sehingga rawan terjadi konflik. 

Contoh konflik:

  • Pertikaian antar teman di sekolah
  • Konflik antara majikan dan buruh
  • Konflik antara pedagang kaki lima dan petugas ketertiban
  • Konflik antarsuku, antarbangsa atau antarnegara. Coba kalian cari contoh-contoh yang lain.

Mengapa konflik bisa terjadi? Konflik disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain

  1. Perbedaan Individu. 
  2. Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan.  
  3. Perbedaan Kepentingan.  
  4. Perubahan-perubahan Nilai yang Cepat
Jika konflik sampai terjadi, maka dampak/ akibat yang ditimbulkan antara lain
  1. Meningkatnya Solidaritas Sesama Anggota Kelompok
  2. Retaknya Hubungan Antar-Individu atau Kelompok
  3. Terjadinya Perubahan Kepribadian Para Individu 
  4. Rusaknya Harta Benda dan Bahkan Hilangnya Nyawa Manusia
  5. Terjadinya Akomodasi, Dominasi, bahkan Penaklukan 
Lalu, bagaimana cara menangani konflik? Cara utnuk menangani konflik adalah:
  1. Menghindar
  2. Memaksakan Kehendak
  3. Menyesuaikan Keoada Keinginan Orang Lain
  4. Tawar Menawar
  5. Kolaborasi
INTEGRASI SOSIAL

Integrasi Sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut, meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain sebagainya.

https://pahamify.com/blog/sosiologi-kelas-11-integrasi-dan-reintegrasi-sosial/
Contoh gambar integrasi sosial

Agar bisa terjadi integrasi sosial, harus memenuhi beberapa syarat antara lain:
  1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma
  3. Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten.
Proses integrasi sosial biasa cepat bisa pula lambat, hal ini dipengaruhi oleh:
  1. Homogenitas kelompok. Makin rendah homogenitas kelompok integrasi makin mudah terjadi, begitu juga sebaliknya.
  2. Besar kecilnya kelompok. Jumlah kelompok yang besar integrasi lebih lambat terjadi karena membutuhkan penyesuaian yang lebih lama di antara anggota.
  3. Mobilitas geografis. Semakin sering anggota suatu masyarakat datang dan pergi semakin besar pengaruhnya bagi proses integrasi,
  4. Efektifitas komunikasi. Semakin efektif komunikasi semakin cepat integrasi terjadi.
Bentuk-bentuk integrasi sosial
  1. Integrasi normatif
  2. Integrasi fungsional
  3. Integrasi koersif
Proses integrasi dilakukan melalui dua hal, yaitu:
  1. Asimilasi, yaitu: bertemunya dua kemudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi dan menghasilkan kebudayaan baru dengan menghilangkan sifat-sifat asli masingmasing kebudayaan.
  2. Akulturasi, yaitu: proses sosial yang terjadi jika kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing, sehingga kebudayaan asing diserap/ diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa meninggalkan sifat asli kebudayan penerima.
Manfaat yang bisa diperoleh dari adanya integrasi sosial antara lain:
  1. Membuat kehidupan di dalam lingkungan masyarakat menjadi lebih tentram;
  2. Memberikan kenyamanan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  3.  Melahirkan kebudayaan baru yang berbeda dengan kebudayaan sebelumnya tanpa meninggalkan ciri dari kebudayaan asli
  4. Mampu memberikan sikap kepedulian antar sesama, walaupun berbeda dalam suku, budaya, negara, dan yang lainnya. 
Untuk mempercepat integrasi sosial, kita harus menerima bahwa setiap anggota masyarakat memiliki perbedaan. Serta harus menyadari bahwa setiap anggota masyarakat saling membutuhkan.

Demikian pembahasan kita tentang  konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial. Bagaimana, apakah kalian sudah paham? Alhamdulillah jika sudah. Tetaplah pupuk semangat belajamu, di sekolah, di rumah dan di mana saja. Sampai jumpa pada materi berikutnya. 

Wassalam

Jumat, 16 Juli 2021

RESPON BELANDA TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Assalamualaikum

Salam Sehat

Bagaimana kabarnya anak-anakku kelas XII, masih semangat belajar kan? Alhamdulillah

Anak-anakku pada pembelajaran kali ini kita akan belajar tentang Respon Belanda terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Belanda yang pernah menjajah Indonesia tentu tidak dengan mudah dan segera mengakui kemerdekaan Indonesia, karena Belanda berkeingingan kembali untuk menjajah Indonesia. Belanda beralasan bahwa Indonesia dianggap sebagai negara fasisme bentukan Jepang. Bahkan Belanda juga menyebarkan hoax bahwa Sukarno-Hatta akan diadili oleh Sekutu sebagai penjahat perang.

Sementara itu disisi lain, menurut salah satu hukum internasional menyatakan bahwa negara yang baru merdeka, terlebih dahulu harus mendapat pengakuan dari negara yang sebelumnya berkuasa. Sebagai negara yang baru merdeka tentunya Indonesia berusaha untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Belanda menolak untuk mengakui, bahkan berusaha untuk menguasai kembali wilayah Indonesia dengan melakukan berbagai upaa, antara lain:

Secara Ekonomi

Pada masa awal kemerdekaan, kondisi ekonomi Indonesia belum stabil. Terjadi krisis keuangan yang mengakibatkan inflasi tinggi. Pada saat berlaku atau beredar tiga mata uang yaitu: mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda dan mata uang De Javasche Bank. Kondisi yang seperti itu makin diperparah dengan adanya aturan baru dari AFNEI yaitu diberlakukannya uang NICA di daerah-daerah yang diduduki karena nilai mata uang Jepang yang merosot.

Keadaan ekonomi yang sudah buruk ini makin diperburuk dengan tindakan Belanda (NICA)  yang melakukan blokade ekonomi terhadap Indoensia (blokade ekonomi = menutup jalur perekonomian).

 Akibat blokade yang diterapkan Belanda antara lain:

  •  Barang ekspor Indonesia terlambat dikirim.
  • Indonesia kekurangan bahan impor yang sangat dibutuhkan, terutama tekstil, obat-obatan dan persenjataan.
  • Barang ekspor Indonesia tidak dapat dikirimkan, bahkan barang-barang tersebut di bumi hanguskan.

Belanda berharap dengan keadaan yang demikian, rakyat menjadi tidak percaya lagi terhadap pemerintahannya, sehingga negara Indonesia yang baru terbentuk akan hancur.

Secara Militer



Setelah Perang Dunia II, sebagai pihak yang menang dalam perang Sekutu membentuk pasukan Allied Forces Netherlands Indies (AFNEI) yang merupakan bagian dari South East Asia Command (SEAC) untuk menerima penyerahan pasukan dan melucuti persenjataan Jepang.

Adapun tugas AFNEI di Indonesia adalah;

  • Menerima penyerahan kekuasaan dari tentara Jepang tanpa syarat, melucuti dan mengembalikannya ke tanah airnya.
  • Membebaskan APWI (Allied Prisoners and War Internees), tugas ini disebut RAPWI (Recovery of Allied Prisoners and War Internees), atau biasa diartikan sebagai tugas membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
  • Menjaga keamanan dan ketertiban sehingga memungkinkan pemerintah sipil berfungsi kembali.
  • Mencari keterangan untuk menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang dan mengadilinya.

Pada tanggal 15 September 1945 pasukan AFNEI mendarat  di Indonesia (Jakarta) yang diikuti oleh NICA (Netherland Indies Civil Administration/ Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Hubertus J. Van Mook.

Karena Belanda (NICA) yang ikut dalam misi AFNEI berkeinginan menguasai kembali Indonesia, akibatnya terjadi berbagai pertempuran yang melibatkan pasukan Indonesia dengan pasukan AFNEI (Inggris dan NICA) seperti:

  1. Pertempuran Surabaya
  2. Pertempuran Lima Hari di Semarang
  3. Pertempuran Ambarawa
  4. Pertempuran Medan Area
  5. Pertempuran Bandung Lautan Api
  6. Puputan Margarana
  7. Agresi Militer Belanda I
  8. Agresi Militer Belanda II
Diplomasi/ Perundingan

Diplomasi secara teori adalah praktik pelaksanaan hubungan antarnegara melalui perwakilan resmi. Diplomasi merupakan teknik operasional untuk mencapai kepentingan nasional di luar wilayah jurisdiksi sebuah negara.

Serangkaian perundingan yang pernah dilakukan antara Indonesia denganNICA (Belanda) antara lain:
  1. Perundingan Hoge Veluwe
  2. Perundingan Linggajati
  3. Perundingan Renville
  4. Perundingan Room-Royen
  5. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia

Pengakuan kedaulatan oleh Belanda terhadap RI dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 1949. Pengakuan kedaulatan dari pihak Belanda ke Indonesia digelar di  tiga tempat:

Pertama, di gelar di Amsterdam, tepatnya di Istana Op de Dam. Wakil Presiden sekaligus perdana menteri, Mohamad Hatta memimpin sebagai delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Pihak Belanda diwakili  oleh Ratu Juliana, Perdana Menteri Wiliiem Drees dan Menteri Seberang Lautan Sasseu.

Kedua, Pengakuan kedaulatan  dilakukan di Istana Negara, Jakarta. Penyerahan ini dilakukan antara wakil tinggi mahkota Belanda di Indonesia, A.H.S Lovink, dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang bertindak sebagai perwakilan perdana menteri.

Ketiga, Di Yogyakarta Mr. Asaat dilantik sebagai pemangku jabatan Presiden RI.


Demikian pembahasan kita tentang Respon Belanda terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dari pembelajaran ini kita bisa mengerti bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya begitu sangat sulit dan berat. Mulai dari merebut kemerdekaan dari penjajah sampai mempertahankan kemerdekaan agar tidak kembali dijajah. Patutlah buat kita yang hidup pada saat ini untuk selalu mengenang jasa pahlawan yang begitu besar bagi negara Indonesia. Dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan cara menjalankan peran kita sebaik-baiknya. Jangan pernah khianati perjuangan para pendahulu kita dengan tindakan yang melenceng dari yang seharusnya.

Semoga bermanfaat
Salam Sehat
Wassalam

#StayAtHome
#BelajarDimanaSaja
#BersamaLawanCorona





Rabu, 24 Maret 2021

KEDATANGAN BANGSA-BANGSA BARAT KE INDONESIA

 Assalamualaikum

Apa kabar anak-anakku kelas  8? semoga kalian selalu baik. Kita berjumpa lagi untuk bersama-sama  belajar IPS tentang kedatangan bangsa barat ke Indonesia. Bagaimana sudah siap? Sebelumnya ayo kita nyanyi bersama dahulu, agar hati senang. Jika hati senang imun tubuh bisa meningkat loh.... Yuk kita bernyanyi: "Dalam lautan hanya kolam susu.... Kail dan jala cukup menghidupimu...Tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu... Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Orang bilang tanah kita tanah surga... tongkat kayu dan batu jadi tanaman."  Bisakan?? Bagus sekali.....

Anak-anakku, lagu tersebut menggambarkan bagaimana kondisi negara Indonesia yang kaya sumber daya alam, subur sehingga berbagai jenis tanaman bisa hidup di Indonesia. Pada masa dahulu, sumber daya alam berlimpah yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik bangsa-bangsa lain untuk datang ke Indonesia. menjalin hubungan perdagangan, sampai melakukan penjajahan. 

LATAR BELAKANG KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA

Mengapa bangsa-bangsa Barat tertarik dengan Indonesia? Apa saja yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia. Beberapa daya tarik dan faktor pendorong bangsa barat ke Indonesia antara lain:

a. Daya tarik bangsa Indonesia bagi Bangsa-Bangsa Barat

    - Keberadaan musim hujan dan kemarau di lndonesia memungkinkan berbagai tanaman                            mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia.

   - Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasirempah-rempah      seperti        vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawet   makanan. bumbu                  masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini  sangat laku di pasaran dan                  harganya pun mahal, sementara persediaan di Eropa sangat terbatas.

b. Motivasi 3G (Gold, Gospel dan Glory)

   - Gold artinya emas, yang , dengan kekayaan. Semboyan ini menggambarkan bahwa                                  tujuan bangsa Barat ke Indonesia adalah untuk mencari kekayaan. Itulah yang membuat mereka              melakukan ekspedisi dan penjelajahan.

    -  Glory bermakna kejayaan bangsa.

   - Gospel adalah keinginan bangsa Barat Untuk menyebarluaskan atau mengajarkan agama Nasrani         khususnya agama Kristen ke bangsa bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika  Selatan.

c. Perkembangan lPTEK (Ilmu Pengetahuan & Teknologi yakni, ditemukan Teori Heliosentris  dari Copernicus yang mengatakan bahwa pusat peredaran tata surya adalah matahari, ditemukan kompas, ditemukan mesiu (bom) persenjataan serta dikembangkan teknik pembuatan kapal.

d. Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang. tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil.

e. Revolusi Industri

Revolusi Industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang dari sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, serta barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk menjual hasil-hasil industrinya. Salah satu pengaruh Revolusi Industri yang sangat terasa adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa tersebut. Perahu dengan mesin uap merupakan penemuan sangat penting yang mendorong penjelajahan bangsa Barat.

KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA


Peta rute kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia



Daya tarik Indonesia memang telah ada sejak dulu, salah satu diantaranya adalah rempah-rempah. Bangsa barat berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk mencari sumber rempah-rempah. Pada awalnya mereka hanya ingin melakukan perdagangan, namun karena sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah, niat berdagang berubah menjadi niat ingin berkuasa. Beberapa bangsa barat yang pernah mendatangi Nusantara antara lain Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Berikut adalah uraian singkat mengenai datangnya bangsa barat ke Indonesia.

Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol dinyatakan sebagai pelopor dari pelayaran dan penjelajahan samudera, karena bangsa ini merupakan bangsa pertama yang melakukan penjelajahan samudera dan menemukan dunia baru sekaligus membuka jalan menemukan wilayah nusantara sebagai penghasil rempah-rempah. Dimulai dari ekspedisi Columbus(Spanyol), selanjutnya ekspedisi Vasco de Gama(Portugis). Hal ini disebabkan karena kemajuan bangsa Spanyol dan Portugis dalam teknologi yang mendukung mereka dalam melakukan penjelajahan samudera.

No.BangsaRute PerjalananTokoh
1.SpanyolChristophorus Columbus dari Lisbon berlayar kearah barat menyeberangi samudra Atlantik. Pada tahun 1492 berhasil menemukan benua Amerika. Pada tahun 1519 dilanjutkan Ferdinand Magelhaens dan Juan Sebastian del Cano dengan menempuh rute yang pernah dilalui oleh Christophorus Columbus. Pada tahun 1521 sampai dikepulauan Massava (sekarang Filipina). Setelah Ferdinand Magelhaens meninggal, pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano dari Filipina menuju arah selatan, maka sampailah dikepulauan Maluku tahun 1522 masehi.Christophorus Columbus, Ferdinand Magelhaens dan Juan Sebastian del Cano
2.PortugisRute pejelajahan samudra yang ditempuh oleh bangsa Portugis dimulai dari kota Lisabon (1486 dan 1497 ), menyusuri pantai barat Afrika, semenanjung Harapan, pantai timur Afrika berlayar kearah timur menuju ke Calicut (India) pada tahun 1498 masehi. Di India Vasco da Gama mendirikan kantor dagang. Kemudian pada tahun 1511 Alfonso d’Albuquerque yang menggantikan Vasco da Gama berhasil menguasai selat Malaka. Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya kearah timur menuju Indonesia. Pada tahun 1512 masehi berhasil menanamkan pengaruhnya di Maluku.Vasco da Gama, Alfonso d’Albuquerque
3.BelandaTahun 1595 masehi Cornelis de Houtman, menempuh jalur pelayaran bangsa Portugis. Setelah melewati semenanjung Harapan, samudra Hindia dan selat Malaka, rombongan Cornelis de Houtman sampai di pelabuhan Banten pada tahun 1596 masehi. Dari Banten Cornelis de Houtman melanjutkan pelayarannya kearah Indonesia bagian timur, untuk memperoleh rempah-rempah. Mereka singgah di Madura, Bali, kemudian berlayar kearah utara sehingga sampai di kepulauan Maluku pada tahun 1598 masehi.

Cornelis de Hou

Bagaimana anak-anakku, apakah kalian sudah paham tentang kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia? Ingat, sejarah bangsa Indonesia perlu selalu kita kenang, agar generasi masa kini bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian masa lalu. Mari kita tingkatkan rasa nasionalisme (cinta tanah air) dalam jiwa, sehingga setiap langkah dan tindakan kita adalah langkah dan tindakan untuk menjadikan Indonesia menjadi jaya.

Wassalam

#SalamLiterasi

#CintaIndonesia